Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

[pgp_title]

Kali ini kami akan jelaskan berkaitan dengan Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!. Banyak yang bingung gimana caranya membimbing konsumen yang tanya-tanya agar closing. Ada yang telah menerangkan panjang lebar namun si calon pelanggan hilang seperti ninja. Habis tanya tidak ada kabarnya. Ada yang gagap, bingung bagaimana menjawab pertanyaan calon pelanggan dengan tepat?

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

Kalau Anda jualan (apalagi bila bisnisnya online) maka mungkin aja permasalahan di atas sering Anda temui sehari-hari. Dan jika memang itu yang Anda permasalahkan maka bacalah artikel ini sampai habis. Siapa tahu ketemu solusinya. Berikut cara chatting berujung closing yang bisa diterapkan :

1. Jualan tidak bisa seenaknya

Jualan itu kagak bisa seenaknya. Ada yang sekali promosi langsung mendapatkan pelanggan. Tak sedikit pula yang promosinya berkali-kali, baru pelanggannya nyantol. Namun yang masalah itu jika udah promosi berkali-kali tidak ada customernya.

Pada dasarnya promosi itu artinya menginformasikan sesuatu pada target pasar “Ini lho produk Saya”. Nah, saat transfer informasi ini, ada target pasar yang langsung mengerti, ada pula target pasar yang belum.

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

Kalau ketemu target yang langsung paham dengan sekali promosi itu yang memang dicari. Jika ketemu dengan target yang perlu penjelasan lebih lanjut, ya jelaskan aja. Engga usah kesal, sebab yang butuh pelanggan kita?

2. Banyakin ngobrol dengan calon pelanggan

Dan cara bikin calon pelanggan cepat mengerti itu dengan cara ngobrol. Kenapa? Sebab ngobrol akan bikin calon konsumen “fokus” kepada penjelasan Anda dan Anda fokus pada mereka. Ngobrol personal yakni alat pemasaran paling effektif yang engga pernah lekang oleh waktu.

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

Cara ini berkenaan dengan Customer Behaviour atau tingkah laku pelanggan. Sebab rata-rata orang Indonesia itu suka sekali ngobrol atau selalu saja ada sesi tanya jawab sebelum membeli.

Meskipun semua udah dijelaskan di media promosi seperti Broadcast Promosi, Brosur, Landing page, estalase dsb, tetap saja ada yang bertanya. Itu berarti secanggih apapun strategi promosi, atau sistem bisnis Anda, customer membutuhkan penjelasan lebih dalam. Mereka lebih senang ngobrol dari hati ke hati. Ini wajar, dengan ngobrol ada perasaan lebih nyaman. Mereka juga dapat memastikan apakah mereka terlayani dengan sempurna atau enggak.

Kalau Anda dapat mendesain sebuah sistem promosi tanpa harus tanya jawab, itu bagus. Akan tetapi bila ingin konversi penjualannya lebih besar lagi, Anda perlu siap meladeni pertanyaan calon customer. Dan lazimnya, tiap-tiap bisnis besar selalu mempunyai bagian customer service untuk meladeni tanya jawab dengan calon customer atau pelanggannya.

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

3. Pahami cara berkomunikasi dengan calon konsumen

Sifat manusia itu macam-macam. Jadi sifat pelanggan juga macam-macam. Karena sifatnya bermacam-macam maka cara menghandlenya juga bermacam-macam. Kita kagak bisa memperlakukan seluruh customer itu sama. Beda tipe, beda perlakuannya.

Ada empat sifat dasar manusia yakni koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguinis. Untuk perlakuan keempat sifat dasar tersebut masing-masing berbeda. Dan inilah yang wajib kita pelajari. Sebab cara berkomunikasi dengan pembeli berdasarkan pendekatan sifat dasar manusia ini, bakal menjadikan komunikasinya lebih efektif dengan mereka. Jika komunikasinya effektif, maka akan kian gampang jualannya. Pelajari sifat dasar manusia dan cara berkomunikasinya di link atas.

4. Meyakinkan pelanggan

Waktu kita promosi, dan mereka mulai bertanya-tanya. Sebetulnya saat itulah besar kemungkinan Anda buat closing. Calon customer yang merespon promosi Anda butuh diyakinkan meskipun mereka telah yakin. Nah, buat meyakinkan calon pelanggan, Anda mesti jalankan empat hal berikut :

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

Pertama, jelaskan penawaran kita dengan kalimat sederhana

Mereka bertanya bisa jadi karena mereka belum mengerti. Dan mereka belum paham, bisa jadi karena materi promosi kita itu rumit untuk mereka. Disaat seperti ini, maka jelaskanlah penawaran kita dengan kalimat sesederhana mungkin. Calon konsumen enggak ingin tahu semuanya. Mereka hanya ingin tahu yang mereka mau ketahui aja.

Kedua, fokus mencari NWP calon customer

Apabila kita dapat tahu apa yang calon pelanggan butuhkan, inginkan, dan apa masalah mereka (Needs, Wants, Problem = NWP) maka kita dapat melakukan pendekatan terhadap mereka dengan lebih baik lagi.

Cara mengetahui NWP calon pelanggan yaitu dengan bertanya kepada mereka apa sebetulnya yang mereka cari dalam produk kita. Sayangnya, banyak penjual mendadak menjadi dukun. Mereka mengira-ngira apa kebutuhan calon pelanggan.

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

Ketiga, berikanlah efek persuasi

Untuk yang belum mengetahui Apa itu persuasi coba google. Ketik saja persuasi nanti muncul pengertiannya. Nah, buat mempersuasi orang lain, kita dapat menggunakan efek social Proof yakni dengan menunjukkan testimoni. Jualan dengan testimoni dan tanpa testimoni itu bedanya jauh. Namun apabila emang belum punya testimoni, dapat memakai efek persuasi lainnya.

Keempat, tonjolkan Pain-Pleassure

Maksudnya tonjolkan apa kerugian yang akan ditanggung calon pembeli bila mereka menunda beli (Pain). Atau tonjolkan apa keuntungan yang dapat calon konsumen nikmati apabila mereka segera memutuskan beli (Pleassure).

Dalam hidup ini, seseorang bergerak disebabkan menghindari Pain dan mengejar pleassure. Bila dia koleris atau sanguinis tunjukan Pain dan Pleassurenya. Bila dia melankolis, tunjukan painnya. Kalau dia plegmatis tunjukan pleassurenya

Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!

5. Pahami cara chatting yang baik

Sebab ketika chatting kita perlu bikin pembeli merasa nyaman, maka buat memulai itu ada prosedurnya. Waktu chatting dengan calon customer lakukan hal-hal di bawah ini.

a. Akhiri setiap jawaban Anda dengan pertanyaan

Jangan biarkan chat kita selesai dengan jawaban. Akhiri kalimat kita dengan pertanyaan, supaya memancing percakapan berlanjut. Dia tertarik, kita bertanya. Dia diam, kita tanya. Pokoknya tanya terus sampai transfer.

b. Sebut namanya, selipkan emot dan ulangi kalimat calon customer

Ini bertujuan agar kita dianggap penjual yang ramah sehingga calon customer nyaman ngobrol dengan kita.

c. Bila menjelasakan manfaat produk, gunakan pola 3 in 1

Jika calon konsumen tanya manfaat produk, jelaskan 3 keuntungan dalam 1 kalimat. Contohnya “Ketika bapak/ibu … memiliki produk ini, maka bakal mendapatkan A, B, dan C”

d. Tunjukan empati

Jangan mikir closing-closing aja. Tuluslah memberikan solusi buat masalah calon customer. Fokuslah ke calon customer, bukan transferannya. Bila Anda fokus ke calon customer, hasil nanti akan mengikuti. Jika memang produk Anda adalah apa yang dia perlukan, pasti bakal beli.

Sekian info perihal Ini Siasat Obrolan Berujung Closing yang Kudu Diketahui!, semoga postingan ini berguna buat Anda. Kami berharap postingan ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *