Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

[pgp_title]

Topik kita kali ini yaitu Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!. Banyak yang bingung gimana caranya memandu pembeli yang tanya-tanya supaya closing. Ada yang sudah menerangkan panjang lebar namun si calon customer hilang seperti ninja. Habis tanya tidak ada kabarnya. Ada yang gagap, bingung gimana menjawab pertanyaan calon konsumen dengan tepat?

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

Bila Anda jualan (apalagi jika bisnisnya online) maka mungkin saja problem-problem di atas sering Anda temukan sehari-hari. Dan jika memang itu yang Anda permasalahkan maka bacalah postingan ini sampai habis. Siapa tahu ketemu solusinya. Berikut cara chatting berujung closing yang bisa diterapkan :

1. Jualan tak dapat seenaknya

Jualan itu gak dapat seenaknya. Ada yang sekali promosi langsung dapat konsumen. Kagak sedikit pula yang promosinya berkali-kali, baru pelanggannya nyantol. Tetapi yang masalah itu bila udah promosi berkali-kali ga ada customernya.

Pada dasarnya promosi itu artinya menginfokan sesuatu pada target pasar “Ini lho produk Saya”. Nah, saat transfer informasi ini, ada target pasar yang langsung mengerti, ada pula target pasar yang belum.

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

Jika ketemu target yang langsung mengerti dengan sekali promosi itu yang memang dicari. Jika ketemu dengan target yang perlu penjelasan lebih lanjut, ya jelaskan aja. Kagak usah kesal, karena yang butuh pembeli kita?

2. Banyakin ngobrol dengan calon konsumen

Dan cara membuat calon konsumen cepat mengerti itu dengan cara ngobrol. Kenapa? Sebab ngobrol bakal membuat calon konsumen “fokus” kepada penjelasan Anda dan Anda fokus kepada mereka. Ngobrol personal merupakan alat pemasaran paling effektif yang kagak pernah lekang oleh waktu.

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

Cara ini bersangkutan dengan Customer Behaviour atau tingkah laku pembeli. Sebab kebanyakan orang Indonesia itu suka sekali ngobrol atau selalu saja ada sesi tanya jawab sebelum membeli.

Meskipun semua udah dijelaskan di media promosi seperti Broadcast Promosi, Brosur, Landing page, estalase dst, tetap aja ada yang bertanya. Itu artinya secanggih apapun strategi promosi, atau sistem bisnis Anda, pelanggan butuh penjelasan lebih dalam. Mereka lebih suka ngobrol dari hati ke hati. Ini wajar, dengan ngobrol ada perasaan lebih nyaman. Mereka juga dapat meyakinkan apakah mereka terlayani dengan sempurna atau kagak.

Kalau Anda dapat mendesain sebuah sistem promosi tanpa perlu tanya jawab, itu bagus. Tapi bila ingin konversi penjualannya lebih besar lagi, Anda harus siap meladeni pertanyaan calon pembeli. Dan rata-rata, tiap-tiap bisnis besar selalu punya bagian customer service untuk meladeni tanya jawab dengan calon pembeli atau pelanggannya.

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

3. Pahami cara berkomunikasi dengan calon customer

Sifat manusia itu macam-macam. Jadi sifat pelanggan juga macam-macam. Karena sifatnya bermacam-macam maka cara menghandlenya juga bermacam-macam. Kita gak bisa memperlakukan seluruh konsumen itu sama. Beda tipe, beda perlakuannya.

Ada 4 sifat dasar manusia yakni koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguinis. Untuk perlakuan keempat sifat dasar tersebut masing-masing berbeda. Dan inilah yang wajib kita pelajari. Karena cara berkomunikasi dengan pembeli berdasarkan pendekatan sifat dasar manusia ini, akan menjadikan komunikasinya lebih efektif dengan mereka. Apabila komunikasinya effektif, maka akan semakin gampang jualannya. Pelajari sifat dasar manusia dan cara berkomunikasinya di link atas.

4. Meyakinkan pembeli

Waktu kita promosi, dan mereka mulai bertanya-tanya. Sebenarnya saat itulah besar kemungkinan Anda buat closing. Calon customer yang merespon promosi Anda butuh diyakinkan walaupun mereka sudah yakin. Nah, buat meyakinkan calon pelanggan, Anda mesti lakukan 4 hal berikut :

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

Pertama, jelaskan penawaran kita dengan kalimat sederhana

Mereka bertanya bisa jadi karena mereka belum mengerti. Dan mereka belum paham, bisa jadi karena materi promosi kita itu rumit buat mereka. Disaat seperti ini, maka jelaskanlah penawaran kita dengan kalimat sesederhana mungkin. Calon customer ga ingin tahu semuanya. Mereka hanya ingin mengetahui yang mereka mau ketahui saja.

Kedua, fokus mencari NWP calon pembeli

Apabila kita dapat mengetahui apa yang calon pelanggan butuhkan, inginkan, dan apa masalah mereka (Needs, Wants, Problem = NWP) maka kita bisa melakukan pendekatan terhadap mereka dengan lebih baik lagi.

Cara mengetahui NWP calon konsumen yaitu dengan bertanya pada mereka apa sebenarnya yang mereka cari dalam produk kita. Sayangnya, banyak penjual mendadak jadi dukun. Mereka mengira-ngira apa kebutuhan calon pembeli.

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

Ketiga, berikanlah efek persuasi

Buat yang belum tahu Apa itu persuasi coba google. Ketik saja persuasi nanti muncul pengertiannya. Nah, untuk mempersuasi orang lain, kita bisa pakai efek social Proof yakni dengan memperlihatkan testimoni. Jualan dengan testimoni dan tanpa testimoni itu bedanya jauh. Namun apabila memang belum punya testimoni, dapat menggunakan efek persuasi lainnya.

Keempat, tonjolkan Pain-Pleassure

Maksudnya tonjolkan apa kerugian yang akan ditanggung calon konsumen kalau mereka menunda beli (Pain). Atau tonjolkan apa keuntungan yang dapat calon customer nikmati jika mereka segera memutuskan beli (Pleassure).

Dalam hidup ini, seseorang bergerak karena menghindari Pain dan mengejar pleassure. Bila dia koleris atau sanguinis tunjukan Pain dan Pleassurenya. Apabila dia melankolis, tunjukan painnya. Jika dia plegmatis tunjukan pleassurenya

Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!

5. Pahami cara chatting yang baik

Sebab ketika chatting kita mesti membuat pelanggan merasa nyaman, maka buat mengadakan itu ada prosedurnya. Waktu chatting dengan calon pembeli jalankan hal-hal di bawah ini.

a. Akhiri setiap jawaban Anda dengan pertanyaan

Jangan biarkan chat kita selesai dengan jawaban. Akhiri kalimat kita dengan pertanyaan, supaya memancing percakapan berlanjut. Dia tertarik, kita bertanya. Dia diam, kita tanya. Pokoknya tanya terus sampai transfer.

b. Sebut namanya, selipkan emot dan ulangi kalimat calon customer

Ini bertujuan supaya kita dianggap penjual yang ramah sehingga calon pembeli nyaman ngobrol dengan kita.

c. Kalau menjelasakan manfaat produk, gunakan pola 3 in 1

Kalau calon pembeli tanya manfaat produk, jelaskan 3 keuntungan dalam 1 kalimat. Contohnya “Ketika bapak/ibu … memiliki produk ini, maka bakal memperoleh A, B, dan C”

d. Tunjukan empati

Jangan mikir closing-closing aja. Tuluslah memberikan solusi untuk masalah calon pembeli. Fokuslah ke calon konsumen, bukan transferannya. Bila Anda fokus ke calon pembeli, hasil nanti bakal mengikuti. Jika memang produk Anda adalah apa yang dia perlukan, pasti bakal beli.

Sekian informasi berkaitan dengan Memahami Lima Jurus Melayani Chat Pembeli? Why Not!, kami harap artikel kali ini bermanfaat untuk Anda. Tolong postingan ini disebarluaskan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *