Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

[pgp_title]

Sekarang kami akan ulas perihal Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar. Banyak yang bingung gimana caranya memandu customer yang tanya-tanya agar closing. Ada yang sudah menjelaskan panjang lebar namun si calon pembeli hilang seperti ninja. Habis tanya tak ada kabarnya. Ada yang gagap, bingung bagaimana menjawab pertanyaan calon customer dengan tepat?

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

Jika Anda jualan (apalagi kalau bisnisnya online) maka mungkin aja masalah di atas sering Anda temukan sehari-hari. Dan jika emang itu yang Anda permasalahkan maka bacalah artikel ini sampai habis. Siapa tahu ketemu solusinya. Berikut cara chatting berujung closing yang bisa diterapkan :

1. Jualan ga bisa seenaknya

Jualan itu tak bisa seenaknya. Ada yang sekali promosi langsung mendapatkan customer. Ga sedikit pula yang promosinya berkali-kali, baru konsumennya nyantol. Akan tetapi yang masalah itu kalau telah promosi berkali-kali enggak ada pelanggannya.

Pada dasarnya promosi itu artinya menginformasikan sesuatu pada target pasar “Ini lho produk Saya”. Nah, saat transfer info ini, ada target pasar yang langsung paham, ada juga target pasar yang belum.

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

Bila ketemu target yang langsung paham dengan sekali promosi itu yang memang dicari. Apabila ketemu dengan target yang perlu penjelasan lebih lanjut, ya jelaskan aja. Ga perlu sewot, karena yang butuh konsumen kita?

2. Banyakin ngobrol dengan calon konsumen

Dan cara bikin calon customer cepat paham itu dengan cara ngobrol. Mengapa? Karena ngobrol bakal bikin calon konsumen “fokus” kepada penjelasan Anda dan Anda fokus kepada mereka. Ngobrol personal ialah alat pemasaran paling effektif yang engga pernah lekang oleh waktu.

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

Cara ini berkenaan dengan Customer Behaviour atau tingkah laku pembeli. Karena biasanya orang Indonesia itu suka sekali ngobrol atau selalu saja ada sesi tanya jawab sebelum membeli.

Walaupun semua udah dijelaskan di media promosi seperti Broadcast Promosi, Brosur, Landing page, estalase dst, tetap saja ada yang bertanya. Itu artinya secanggih apapun strategi promosi, atau sistem bisnis Anda, pembeli memerlukan penjelasan lebih dalam. Mereka lebih suka ngobrol dari hati ke hati. Ini wajar, dengan ngobrol ada perasaan lebih nyaman. Mereka pun bisa memastikan apakah mereka terlayani dengan sempurna atau ga.

Kalau Anda dapat mendesain sebuah sistem promosi tanpa harus tanya jawab, itu bagus. Namun kalau mau konversi penjualannya lebih besar lagi, Anda harus siap meladeni pertanyaan calon customer. Dan lazimnya, tiap-tiap bisnis besar selalu memiliki bagian customer service untuk meladeni tanya jawab dengan calon pembeli atau pelanggannya.

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

3. Pahami cara berkomunikasi dengan calon konsumen

Sifat manusia itu macam-macam. Jadi sifat pembeli juga macam-macam. Karena sifatnya bermacam-macam maka cara menghandlenya juga bermacam-macam. Kita kagak dapat memperlakukan seluruh konsumen itu sama. Beda tipe, beda perlakuannya.

Ada empat sifat dasar manusia yakni koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguinis. Untuk perlakuan keempat sifat dasar tersebut masing-masing berbeda. Dan inilah yang perlu kita pelajari. Karena cara berkomunikasi dengan pembeli berdasarkan pendekatan sifat dasar manusia ini, bakal menjadikan komunikasinya lebih efektif dengan mereka. Kalau komunikasinya effektif, maka akan semakin mudah jualannya. Pelajari sifat dasar manusia dan cara berkomunikasinya di link atas.

4. Meyakinkan pembeli

Waktu kita promosi, dan mereka mulai bertanya-tanya. Sebenarnya saat itulah besar kemungkinan Anda buat closing. Calon customer yang merespon promosi Anda perlu diyakinkan walaupun mereka telah yakin. Nah, untuk meyakinkan calon pelanggan, Anda kudu kerjakan 4 hal berikut :

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

Pertama, jelaskan penawaran kita dengan kalimat sederhana

Mereka bertanya bisa jadi karena mereka belum paham. Dan mereka belum paham, bisa jadi karena materi promosi kita itu rumit untuk mereka. Disaat seperti ini, maka jelaskanlah penawaran kita dengan kalimat sesederhana mungkin. Calon pelanggan ga ingin tahu semuanya. Mereka hanya ingin mengetahui yang mereka ingin ketahui aja.

Kedua, fokus mencari NWP calon pembeli

Kalau kita dapat tahu apa yang calon customer butuhkan, inginkan, dan apa masalah mereka (Needs, Wants, Problem = NWP) maka kita bisa menjalani pendekatan terhadap mereka dengan lebih baik lagi.

Cara mengetahui NWP calon pelanggan yaitu dengan bertanya pada mereka apa sebetulnya yang mereka cari dalam produk kita. Sayangnya, banyak penjual mendadak jadi dukun. Mereka mengira-ngira apa kebutuhan calon konsumen.

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

Ketiga, berikanlah efek persuasi

Untuk yang belum mengetahui Apa itu persuasi coba google. Ketik saja persuasi nanti muncul pengertiannya. Nah, untuk mempersuasi orang lain, kita bisa memakai efek social Proof yaitu dengan menampilkan testimoni. Jualan dengan testimoni dan tanpa testimoni itu bedanya jauh. Namun jika memang belum punya testimoni, dapat pakai efek persuasi lainnya.

Keempat, tonjolkan Pain-Pleassure

Maksudnya tonjolkan apa kerugian yang akan ditanggung calon customer kalau mereka menunda beli (Pain). Atau tonjolkan apa keuntungan yang dapat calon konsumen nikmati jika mereka segera memutuskan beli (Pleassure).

Dalam hidup ini, seseorang bergerak karena menghindari Pain dan mengejar pleassure. Bila dia koleris atau sanguinis tunjukan Pain dan Pleassurenya. Bila dia melankolis, tunjukan painnya. Kalau dia plegmatis tunjukan pleassurenya

Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar

5. Pahami cara chatting yang baik

Karena ketika chatting kita kudu membuat pelanggan merasa nyaman, maka untuk menjalankan itu ada prosedurnya. Waktu chatting dengan calon konsumen laksanakan hal-hal di bawah ini.

a. Akhiri setiap jawaban Anda dengan pertanyaan

Jangan biarkan chat kita selesai dengan jawaban. Akhiri kalimat kita dengan pertanyaan, biar memancing percakapan berlanjut. Dia tertarik, kita bertanya. Dia diam, kita tanya. Pokoknya tanya terus sampai transfer.

b. Sebut namanya, selipkan emot dan ulangi kalimat calon customer

Hal ini bertujuan agar kita dianggap penjual yang ramah sehingga calon customer nyaman ngobrol dengan kita.

c. Bila menjelasakan manfaat produk, gunakan pola 3 in 1

Kalau calon pembeli tanya manfaat produk, jelaskan 3 keuntungan dalam 1 kalimat. Contohnya “Ketika bapak/ibu … memiliki produk ini, maka bakal mendapat A, B, dan C”

d. Tunjukan empati

Jangan mikir closing-closing aja. Tuluslah memberikan solusi buat masalah calon pembeli. Fokuslah ke calon pelanggan, bukan transferannya. Kalau Anda fokus ke calon pembeli, hasil nanti bakal mengikuti. Bila memang produk Anda adalah apa yang dia butuhkan, pasti bakal beli.

Demikian informasi tentang Lima Langkah Percakapan dengan Pembeli yang Benar, semoga postingan ini mencerahkan Anda. Kami berharap artikel ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *